Karena itulah, Jero menilai Susilo sebagai orang yang layak menjadi Wamen ESDM menggantikan Rudi Rubiandini yang dipilih Presiden SBY menjadi Kepala Satuan Kerja Khusus Migas (SKK Migas).
"Ya saya mencari Wamen, dari sekian orang dialah yang bisa lari kenceng," ungkap Jero usai acara peletakan batu pertama pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Unit V Kamojang, Garut, Jawa Barat, Sabtu (12/1/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iya saya yakin kita bisa laksanakan amanah ini," ucapnya.
Sebelumnya, Susilo mengungkapkan dunia minyak dan gas (migas) bukanlah hal yang awam baginya. Saat lulus dari ITB sebagai Sarjana Teknik Mesin dirinya pernah bekerja di Mobil Oil (Sekarang namanya ExxonMobil Indonesia).
"Saya setelah lulus bekerja diperusahaan minyak asing yakni Mobil Oil (ExxonMobil Indonesia), sampai pensiun di Mobil Oil tapi selalu berhubungan dengan beliau (Menteri ESDM) kemudian saya diminta menjadi penasehat Ahli Wakil Kepala BP Migas Abdul Mu'in Pada Tahun 2006, saya ngin menularkan ilmu saya untuk negara," ungkapnya.
Sampai saat ini kata Susilo dirinya masih menjadi Kepala Pengawas dan Pengendali Proyek Masela.
Susilo mengaku Jero Wacik adalah sahabatnya. Susilo mengaku dahulu sama-sama kuliah dan lulus di Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 1970.
(dnl/dnl)











































