PT Pertamina mengaku sisa BBM Subsidi 2012 sebesar 290.000 Kilo Liter (KL) sedangkan BPH Migas mencatat sisa kuota BBM subsidi sebesar 153.000 KL.
Direktur BBM BPH Migas Djoko Siswanto, sisa kuota BBM subsidi yang tidak terpakai untuk 2012 sebesar 153.000 KL. "Sisa kuota BBM subsidi yang tidak terpakai adalah sebesar 153.000 KL," ujar Djoko kepada detikFinance, Minggu (13/1/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Per 31 Desember 2012, komposisi BBM subsidi mencapai 44,98 juta KL," kata Ali beberapa waktu lalu.
Dikatakan Ali, dari total konsumsi BBM subsidi 44,98 juta KL tersebut konsumsi Premium sebanyak 28,24 juta KL, Solar mencapai 15,56 juta KL dan Kerosine atau minyak tanah sebanyak 1,18 juta KL.
"Total konsumsi Premium sepanjang 2012 mencapai 28,24 juta KL atau terpakai 99,77% dari kuota Premium, Solar 15,56 juta KL terpakai 99,72% dari kuota, dan Kerosene 1,18 juta KL atau terpakai 98,59% dari kuota kerosene," ungkap Ali.
Sehingga total konsumsi BBM subsidi yang tersalurkan dari kuota 45,27 juta KL yaitu sebesar 44,98 juta KL atau tersalurkan 99,7%. "Total BBM subsidi yang tersalurkan dari kuota 2012 mencapai 99,7% atau 44,98 juta KL (tersisa 290.000 KL)," tandas Ali.
Seperti diketahui kuota BBM subsidi pada 2012 mengalami 'jebol' sebanyak 2 kali, kuota BBM Subsidi APBN 2012 dipatok 40 juta KL, namun pada 17 September 2012 jebol dan ditambah sebanyak 4,04 juta KL menjadi total 44,04 juta KL.
Selang dua bulan, kuota BBM subsidi 44,04 juta KL jebol lagi dan ditambah pada 3 Desember 2012 sebanyak 1,23 juta KL menjadi total 45,27 juta KL.
(rrd/hen)











































