Cuaca Buruk, Pemerintah Khawatir Lapangan Minyak Chevron Kebanjiran

Cuaca Buruk, Pemerintah Khawatir Lapangan Minyak Chevron Kebanjiran

Rista Rama Dhany - detikFinance
Minggu, 13 Jan 2013 17:41 WIB
Cuaca Buruk, Pemerintah Khawatir Lapangan Minyak Chevron Kebanjiran
Jakarta - Satuan Kerja Sementara Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SK Migas) mengaku khawatir dengan kondisi cuaca yang buruk beberapa hari terakhir ini. Hal ini akan berdampak pada produksi minyak nasional turun drastis apalagi jika menimpa Chevron Pacific Indonesia (CPI).

Deputi Pengendalian Operasi SK Migas, Gde Pradyana mengatakan khawatir cuaca buruk dalam beberapa hari terakhir bisa menimbulkan banjir dan menggenangi pipa-pipa minyak Chevron (CPI) di Riau.

"Saya khawatir jika di Chevron kena banjir jika lagi musim hujan seperti ini," kata Gde di Jakarta, Minggu (13/1/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pasalnya kejadian ini (banjir) pernah dialami Chevron dan berdampak pada hilangnya kesempatan produksi minyak sebanyak 10.000 barel per hari. Chevron termasuk perusahan yang paling banyak menghasilkan minyak di Indonesia.

"Chevron pernah kebanjiran, minyak Chevron kan minyak berat jadi pipa yang mengalirkannya minyak itu harus dipanasi. Kalau kena banjir alat pemanasnya mati, jadinya minyak mengental dan tidak bisa dialirkan, hilangnya saat itu sekitar 10.000 barel per hari," ungkap Gde.

Cuara buruk saat ini juga berdampak pada turunnya produksi minyak West Madura Offshore (WMO) yang dikelola PT Pertamina.

"Dua hari lalu ada beberapa jangkar kapal construction bars putus, ada 3 yang putus, itu kapal yang bantu driling dan pasang pipa, itu karena cuaca jelek, itu produksi WMO turun 1.200 barel per hari," ucap Gde.

Dengan kondisi cuaca buruk seperti ini, kata Gde, produksi minyak nasional saat ini sekitar 835.000-836.000 barel per hari. "Terakhir sih (produksi minyak nasional-Red) masih sekitar 835.000-836.000 barel per hari," tandas Gde.

(rrd/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads