Kuota BBM Subsidi Selalu Jebol, Ini Alasan Kementerian ESDM

Kuota BBM Subsidi Selalu Jebol, Ini Alasan Kementerian ESDM

Rista Rama Dhany - detikFinance
Senin, 14 Jan 2013 08:01 WIB
Kuota BBM Subsidi Selalu Jebol, Ini Alasan Kementerian ESDM
Jakarta - Badan Kebijakan Fiskal (BKF) mengkritik kebijakan pengendalian BBM susbdi yang kurang tepat sehingga kuota BBM subsidi jebol, namun Kementerian ESDM mempunyai alasan sendiri kenapa kuota BBM subsidi tahun 2012 bisa jebol.

Ini dia 5 alasannya seperti dikutip detikFinance dalam Laporan ESDM 2012, Senin (14/1/2013).

1. Naiknya Penjualan Kendaraan Bermotor dan Pertumbuhan Ekonomi

Kementerian ESDM beralasan jebolnya kuota BBM subsidi 2012 dikarenakan pertumbuhan ekonomi dan penjualan kendaraan bermotor melebihi target (perkiraan penjualan sampai dengan desember mencapai 1,05 juta unit melebihi perkiraan awal sebesar 940.000 unit sesuai target Gaikindo 2012.

2. Disparitas Harga BBM Subsidi

Selisih harga BBM subsidi dan non subsidi yang terlampau jauh (antar Rp 4.500/liter dengan Rp 10.000 per liter).

Dengan disparitas harga yang terlampau tinggi, memicu penyalahgunaan BBM subsidi sehingga menyebabkan peningkatan konsumsi. Pada Sepember-Oktober disparitas harga mencapai Rp 5.400 pr liter, akibatnya kendaraan pribadi masih menggunakan Premium.

3. Panic Buying BBM Subsidi

Pengetatan kuota BBM subsidi di beberapa daerah mendapatkan reaksi negatif dari masyarakat dan menimbulkan punic buying sehingga konsumsi meningkat.

4. Program Penghematan Tidak Berjalan Baik

Kementerian ESDM mengakui program penghematan energi belum berjalan dengan sempurna. Salah satu program penghematan yang sudah dilakukan adalah mengimbau masyarakat mampu membeli BBM non subsidi dan melarang mobil pemerintah pakai BBM subsidi.

5. Harga BBM Subsidi Tidak Naik

Kementerian ESDM menilai kuota BBM subsidi jebol karena tidak dilakukannya kenaikan harga BBM subsidi. Harga BBM premium sudah terlalu lama ditahan di Rp 4.500 per liter, jauh dari harga keekonomiannya. Hal ini membuat seluruh masyarakat.
Halaman 2 dari 6
(rrd/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads