Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan, jatah atau kuota BBM subsidi tahun ini yang mencapai 46 juta KL diprediksi bakal 'jebol' lagi. Apalagi tidak ada tindakan pengendalian subsidi BBM berarti yang dilakukan oleh pemerintah.
Dalam rapat dengan Komisi XI DPR, Agus Marto mengaku sudah mendapat laporan dari Kementerian ESDM terkait kekhawatiran kuota ini. Jika benar kembali jebol, maka kondisi keuangan negara bakal semakin buruk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agus Marto mengaku akan melaporkan secara rinci perkembangan konsumsi BBM subsidi. Sementara pemerintah, akan berupaya mencari langkah alternatif untuk menekan konsumsi BBM subsidi agak tidak melebihi kuota.
"Nanti akan kita laporkan secara rinci, tapi kalau porsinya tehadap plafon, ini sangat tidak sehat, itu akan lebih ditekankan dan dikendalikan," jerlasnya.
Ia menjelaskan, tahun lalu konsumsi BBM sudah mencapai 45,2 juta KL dengan dua kali revisi atau tambahan kuota, dari nilai awal kuota di APBN 2012 yang sebesar 40 juta KL.
"Itu ambil porsi besar dari APBN kita di 2012 yaitu Rp 211 triliun, dan ada lagi yang masih diaudit BPK, nanti akan kita bayarkan di 2013," pungkasnya.
(dnl/dnl)











































