Cuaca Buruk, Produksi Minyak RI Turun 5.000 Barel/Hari

Cuaca Buruk, Produksi Minyak RI Turun 5.000 Barel/Hari

- detikFinance
Senin, 14 Jan 2013 16:33 WIB
Cuaca Buruk, Produksi Minyak RI Turun 5.000 Barel/Hari
Jakarta - Cuaca buruk yang melanda Indonesia saat ini mengakibatkan sejumlah proyek pengeboran minyak terganggu. Produksi minyak nasional saat ini turun hingga 5.000 barel per hari (bph).

Demikian disampaikan Kepala Divisi Humas, Security dan Formalitas Satuan Kerja Sementara Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SK Migas) Hadi Prasetyo di Jakarta, Senin (14/1/2013).

"Akibat cuaca buruk beberapa hari ini memang menyebabkan gangguan pada kegiatan produksi di beberapa lapangan minyak," kata Hadi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kata Hadi, proyek seperti di lapangan Pertamina Hulu Energi yaitu blok West Madura Offshore (WMO), terganggu akibat gangguan cuaca dan ombak tinggi. Produksi minyak di blok ini turun hingga 2.300 bph.

"PHE WMO kehilangan 2.300 bph akibat cuaca buruk atau ombak tinggi dan angin kencang sehingga electric power putus dan kerusakan barge. Ditambah lagi satu crew boat tenggelam tapi 4 awaknya bisa diselamatkan, di mana saat itu kapal pendukung operasi, seperti kapal akomodasi, kapal material pengeboran, semua sudah diamankan dan ditarik ke Gresik dulu," ungkap Hadi.

Selain itu, kata Hadi, di blok WMO hari ini kecepatan angin sudah turun ke level 12 knot dan kegiatan operasi sudah kembali dilaksanakan.

"Tapi saat ini pengeboran sudah kembali dilanjutkan, hari ini kecepatan angin turun ke level 12 knot," ujar Hadi.

Selain MWO, ungkap Hadi, proyek pengeboran minyak yang terganggu ada di lapangan Sele Raya, akibat cuaca buruk Sele Raya produksinya turun 1.100 bph.

"Sale Raya, kehilangan 1.100 bph, akibat curah hujan tinggi sehingga jalan berlumpur. Curah hujan tinggi ini juga membuat muka air sungai meningkat sehingga kapal pembawa minyak tidak bisa lewat di kolong jembatan," kata Hadi.

Proyek lainnya adalah milik Pertamina juga di ONWJ yang kehilangan 800 bph, dan proyek milik Medco di South Central Sout Central Sumatera yang kehilangan produksi minyak 700 bph.

"Pertamina Hulu Energi ONWJ juga kehilangan 800 bph akibat cuaca buruk di laut Jawa dan Medco South Central Sumatera kehilangan produksi 700 bph cuaca buruk dan hujan lebat sehingga operasional sumur terhenti," cetus Hadi.

Keterangan ini berbeda dengan informasi pihak Pertamina yang sebelumnya mengatakan, dari blok WMO, Pertamina kehilangan produksi minyak 15 ribu bph.

(rrd/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads