Jero: Untung Ada Saya, Uang Rp 87 T Selamat Disetor ke Negara

Jero: Untung Ada Saya, Uang Rp 87 T Selamat Disetor ke Negara

Rista Rama Dhany - detikFinance
Selasa, 15 Jan 2013 18:51 WIB
Jero: Untung Ada Saya, Uang Rp 87 T Selamat Disetor ke Negara
Foto: Dok. detikFinance
Jakarta - Menteri ESDM Jero Wacik mengungkapkan berkat dirinya uang perusahaan minyak senilai Rp 87 triliun yang hampir gagal dibayar ke negara bisa terbayar tepat waktu. Kok bisa?

Ini terjadi saat Mahkamah Konstitusi (MK) membubarkan BP Migas akhir tahun lalu. Pembubaran BP Migas ini cepat diatasi dengan pembentukan satuan kerja khusus sementara minyak dan gas bumi (SKS Migas) yang dikepalai Jero Wacik sehingga tak ada kekosongan urusan bisnis hulu migas.

"Ini Pak Menkeu (Menteri Keuangan) Agus (Martowardojo) bilang ke saya, silakan konfirmasi ke Pak Agusnya. Ketika 13 November BP Migas bubar, itu uang yang masuk Rp 87 triliun uang setoran KKKS (Kontraktor Kontrak Kerjasama) tidak bisa disetor ke negara," ungkap Jero Wacik dalam sambutannya di Serah Terima Jabatan Wakil Menteri ESDM, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (15/1/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tapi saat itu saat saya ambil alih BP Migas menjadi SK Migas, uang itu bisa disetorkan. Jadi ada kepastian, saya yang bertanggung jawab. Awalnya perusahaan migas ragu uang hasil migas mau disetor migas, karena BP Migas bubar," jelas Jero.

Jadi, saat SKS Migas dibentuk pemerintah dan dikomandoi Jero. Tugas-tugas BP migas bisa diambil alih, termasuk juga menangani dana setoran bagi hasil migas.

"Karena bubar, KKKS bingung nih, uangnya disetor ke mana, BP Migasnya bubar, bisa nggak jadi bayar, tapi setelah BP Migas di bawah komandonya menjadi SK Migas, uang-uang itu bisa dibayarkan tepat waktu ke negara," cetus Jero.

(rrd/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads