BPH Migas: Kalau SPBU Pakai IT, BBM Subsidi Cuma 'Jebol' 500.000 Kiloliter

BPH Migas: Kalau SPBU Pakai IT, BBM Subsidi Cuma 'Jebol' 500.000 Kiloliter

Rista Rama Dhany - detikFinance
Selasa, 15 Jan 2013 19:58 WIB
BPH Migas: Kalau SPBU Pakai IT, BBM Subsidi Cuma Jebol 500.000 Kiloliter
Foto: Dok. detikFinance
Jakarta - Tahun ini pemerintah menyediakan kuota atau jatah BBM subsidi sebanyak 46 juta kiloliter (KL). Jika seluruh SPBU dipasangi sistem IT untuk pendataan penyaluran BBM subsidi, maka tingkat kebocoran BBM subsidi bisa ditekan.

Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Andy Noorsaman Someng mengatakan, jika sistem IT ini diterapkan, maka jatah BBM subsidi hanya jebol sekitar 500 ribu KL.

"Kuota BBM subsidi 46 juta KL kelihatannya pasti jebol.Jebolnya bisa sampai 48 juta KL," kata Andy ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Selasa (15/1/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, jika sistem distribusi BBM subsidi dilakukan secara tertutup dengan sistem IT, maka jebolnya kuota BBM subsidi bisa ditahan jauh lebih kecil.

"Tapi misalnya ada sistem tertutup, ada IT, jebolnya kuota bisa ditahan, kalau dengan sistem IT bisa terselamatkan 1,5 juta KL artinya kalau tadinya jebol hingga 48 juta KL bisa hanya 46,5 juta KL atau jebol hanya 500.000 KL," ungkap Andy lagi.

Bahkan kalau ada kenaikan harga BBM subsidi, kata Andy, kuota BBM subsidi tidak akan jebol.

"Kalau harga BBM subsidi naik, nggak jebol, kan ada yang berhemat, yang biasanya boros jadi berkurang," cetus Andy.

Tahun lalu, kuota BBM subsidi jebol sangat besar, dari jatah awal 40 juta KL, menjadi sekitar 45 juta KL.

(rrd/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads