Rudi Rubiandini: Jangan Ganggu Total

Rudi Rubiandini: Jangan Ganggu Total

Rista Rama Dhany - detikFinance
Kamis, 17 Jan 2013 16:04 WIB
Rudi Rubiandini: Jangan Ganggu Total
Foto: Dok. detikFinance
Balikpapan - Pemerintah meminta agar jangan ada pihak yang mengganggu Total E&P Indonesie karena produksi gas Indonesia tergantung pada perusahaan migas asal Prancis ini.

Memang Total saat ini menjadi operator lapangan gas di Blok Mahakam, Kalimantan Timur. Kontrak Total bakal habis 2017, dan saat ini muncul berbagai wacana agar Blok Mahakam diserahkan ke Pertamina. Pemerintah tak mau isu-isu tersebut mengganggu kinerja Total.

Demikian disampaikan oleh Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Rudi Rubiandini dalam Peresmian Lapangan Gas South Mahakam, di Senipah, Kalimantan Timur, Kamis (17/1/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Produksi Total saat ini secara alami turun sangat jauh, namun produksi gas Total sangat besar, dalam jangka pendek produksi gas nasional satu-satunya hanya tergantung Total," ucap Rudi.

Jadi, kata Rudi, dirinya mmeminta berbagai pihak janganlah menganggu-ganggu Total. "Makanya janganlah ganggu Total," ucapnya.

"Kita tergantung produksi gas jangka pendek hanya pada Total, jangka menengah ada di Masela, Natuna, IDD Chevron, sedangkan jangka panjang ada di wilayah timur Indonesia seperti di Papua, tapi itu sulit, karena medannya berat," ucapnya.

Sebelumnya, President Director & GM Total E&P Indonesie Elisabeth Proust mengatakan produksi Total memrupakan produksi paling besar di Indonesia.

"Produksi kami nomor satu yakkni mencapai 420 MMSCFD, produksi kami paling besar ke tiga untuk produksi minyak," tandasnya.

(rrd/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads