Setelah terendam banjir sejak Jumat pekan lalu dan dipadamkan, akhirnya Pusat Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Muara Karang kembali beroperasi, meskipun belum sembuh total.
Manajer Senior Komunikasi Korporat PLN Bambang Dwiyanto mengatakan, dengan beroperasinya pembangkit ini, maka pasokan listrik ke gardu induk (GI) Budi Kemuliaan dan GI Kebon Sirih normal kembali. Sebelumnya kedua gardu induk itu dipadamkan karena sumber utama pasokan listriknya dari pembangkit Muara Karang dan GI Muara Karang juga padam karena terendam banjir.
Pada saat GI dipadamkan, daerah-daerah yang biasanya dilayani kedua GI tersebut sebagian dipasok dari gardu listrik lainnya, namun ini tentu tidak optimal. Daerah-daerah tersebut adalah Abdul Muis,Tanah Abang, Bank Indonesia, Merdeka Barat, Thamrin, Kebon Kacang, Petojo, Pasar Raya Sarinah, Monas, Jati Baru, Wahid Hasyim, dan Agus Salim, Kebon Sirih, Menteng Raya, Cikini, Kramat Raya, FK UI, Kwitang, Pasar Senen, dan sekitarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan untuk unit Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU) masih dalam proses pemulihan sebelum dioperasikan kembali. Hal ini karena PLTU terendam lebih dalam dan lama sehingga perlu waktu lebih lama untuk pembersihan, pengeringan dan pengecekan kembali.
Dengan mulai beroperasinya unit-unit pembangkit Muara Karang maka pasokan listrik ke Jakarta berangsur pulih kembali. Tinggal 196 gardu distribusi yang masih padam karena daerah yang disuplai gardu tersebut masih terendam banjir dan beberpa gardunya terendam banjir. Lokasi gardu distribusi yang masih padam pagi ini sebagian besar di daerah Bandengan. (dnl/ang)











































