"Produksi minyak tahun ini merupakan titik terendah dalam sejarah produksi minyak Indonesia," kata Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Rudi Rubiandini dalam pesan singkatnya kepada detikFinance, Selasa (22/1/2013).
Kata Rudi, diperkirakan produksi minyak sepanjang tahun ini hanya sekitar 830.000-850.000 barel per hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara target produksi minyak dalam APBN 2013 adalah sebesar 900.000 barel per hari.
"Padahal target produksi minyak tahun 2013 dalam APBN 2013 ditetapkan sebesar 900.000 barel, tentunya asumsi target ini akan mempengaruhi target pendapatan negara di sektor migas, sementara sudah bisa dipastikan produksi migas tidak akan tercapai target," jelas Rudi.
Untuk itu dirinya menyarankan agar target produksi minyak tahun ini direvisi.
"Melihat produksi minyak kita tahun ini, maka lebih baik target produksi minyak direvisi paling tidak antara 830.000-850.000 barel per hari," ucap Rudi.
Apalagi saat ini kata Rudi, produksi minyak dan gas bumi sedang diganggu kondisi cuaca yang buruk.
"Apalagi produksi minyak saat ini terganggu cuaca yang buruk sehingga produksi minyak makin turun lagi," tandasnya.
(rrd/dnl)
