General Manager PLN Wilayah Nusa Tenggara Barat Akbar Ali menjelaskan, saat ini hampir 6 ribu pelanggan PLN di 12 daerah di provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) baru bisa menikmati layanan listrik selama 6-12 jam saja.
Untuk itu, PLN NTB menargetkan pada tahun ini, 12 daerah tersebut dapat menikmati layanan listrik 24 jam melalui program '24 jam nyala Nusa Terang Benderang' yang diluncurkan di kecamatan Pekat, Dompu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari Pekat, Kabupaten Dompu, kita mulai listrik menyala 24 jam di seluruh daerah yang ada di Nusa Tenggara Barat, sehingga NTB menjadi Nusa Terang Benderang," tegas Akbar dalam siaran pers yang dikutip, Senin (28/1/2013).
Akbar berharap, dengan kehadiran layanan listrik yang menyala 24 jam maka pembangunan ekonomi di Pekat bisa lebih ditingkatkan, apalagi jika masyarakat mampu memaksimalkannya untuk kemajuan industri setempat.
"PLN berkewajiban untuk memberikan layanan listrik kepada masyarakat, termasuk meningkatkan layanan listrik dari hanya 12 jam seperti selama ini menjadi layanan 24 jam. Semoga masyarakat dapat memanfaatkan layanan listrik untuk hal-hal yang sifatnya produktif, sehingga akan ikut mempengaruhi pertumbuhan ekonomi masyarakat di Pekat, Dompu," tegas Akbar Ali.
Sementara itu, Bupati Dompu Bambang M. Yasin mengakui, listrik menjadi salah satu penentu keberhasilan pembangunan ekonomi masyarakat. "Untuk itu, saya mengajak masyarakat Dompu, khususnya di kecamatan Pekat untuk turut serta menjaga aset PLN demi tetap terjaganya pelayanan kelistrikan di daerah kita. Dengan adanya listrik 24 jam diharapkan akan banyak tumbuh industri baik skala rumah tangga ataupun industri besar," Bambang M. Yasin.
Bambang juga meminta agar masyarakat harus dapat berpartisipasi aktif dalam mensukseskan program pembangunan termasuk dengan mendukung progam PLN demi mewujudkan Nusa Terang Benderang.
(dnl/dnl)











































