Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chairul Tanjung mengatakan 70% subsidi BBM dinikmati oleh orang yang tidak berhak.
"Sekarang 70% yang tidak berhak, siapa yang tidak berhak itu, orang kaya yang punya kendaraan pribadi. Kan nggak tepat," ungkap pria yang biasa disapa CT saat ditemui usai acara Rapat Kerja Pemerintah di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta, Senin (28/1/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia berharap pemerintah harus mengambil langkah pasti dengan menghapus subsidi BBM khusus untuk kendaraan pribadi roda empat, namun kendaraan roda dua masih boleh untuk menggunakan BBM subsidi. Hal ini lebih baik daripada menaikkan harga BBM yang dapat memicu terjadinya inflasi.
"KEN merekomendasikan hapuskan subsidi untuk mobil pribadi. Lebih signifikan penghematannya dibandingkan menaikkan Rp 1.500-2.000, efek inflasinya juga lebih kecil. rakyat kecilpun tidak terkena," pungkasnya.
(zlf/hen)











































