"Secara rasional memang harga BBM subsidi harusnya naik, makanya banyak orang yang minta agar pemerintah menaikkan harga," kata Jero kepada wartawan usai rapat Dewan Energi Nasional (DEN) di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (29/1/2013).
Dikatakan Jero, namun hingga sampai saat ini pemerintah belum ada rencana untuk menaikkan harga BBM subsidi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan Jero mengakui, dengan murahnya harga BBM subsidi ini membuat penyelundupan BBM makin banyak.
"Penyelundupan BBM subsidi ini juga masih disoroti DPR, karena memang harganya berbeda jauh dengan dengan nonsubsidi, jadi penyelundupan makin marah karena harganya masih murah," jelas Jero.
Seperti diketahui, harga BBM subsidi saat ini masih Rp 4.500 per liter, dengan harga keekonomian BBM Rp 9.000-Rp 9.500 per liter artinya negara memberi subsidi Rp 4.000-5.000 per liter.
Dengan subsidi Rp 4.500-Rp 5.000 per liter tersebut, subsidi BBM di APBN tahun ini mencapai hingga Rp 193,8 triliun dengan kuota 46 juta kiloliter (KL).
Tahun lalu, pemerintah pernah mencoba ingin menaikkan harga BBM subsidi, namun rencana tersebut digagalkan oleh DPR.
(rrd/dnl)











































