"Penurunan produksi yang drastis beberapa hari terakhir di PHE WMO disebabkan 3 masalah," kata Corporate Secretary Pertamina Hulu Energy Wahidin Nurluzia dalam pesan singkatnya kepada detikFinance, Rabu (30/1/2013).
Masalah pertama, kata Wahidin, adalah pergantian marine hose yang bocor akibat dihantam gelombang tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masalah kedua, ungkap Wahidin lagi, adlah keterlambatan jack up rig. "Masalah kedua yang dialami WMO dikarenakan adanya keterlambatan pengadaan jack up rig, hal ini disebabkan oleh kelangkaan jack up rig di pasaran dunia saat ini, dan panjangnya proses tender rig," jelas Wahidin.
Terakhir, kata Wahidin, turunnya produksi blok Madura juga dikarenakan status saat ini PHE WMO sedang berjuang mengembalikan produksi awal dengan 3 buah platform baru lengkap dengan jack up rig, pasang pipa baru, dan satu jack up untuk pemboran eksplorasi.
"Dengan penyelesaian dan antisipasi yang dilakukan dalam mengatasi 3 masalah tersebut, hari ini produksi WMO kurang lebih sudah mencapai 6.000 barel minyak per hari," cetus Wahidin.
(rrd/dnl)










































