Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek menyatakan proyek pipa gas Kalimantan-Jawa (Kalija) tahap II ini dikhawatirkan bisa membuat pasokan gas di Kalimantan langka, karena 'diekspor' ke Jawa.
Penolakan ini disampaikan langsung Awang di hadapan Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo saat peresmian jaringan gas di kota Bontang, Kalimantan Timur, Rabu (30/1/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan ia menyatakan, jika proyek ini terus dikerjakan, maka nasib Kalimantan Timur akan seperti Lhouksemawe, Aceh yang gasnya habis dikirim. "Kalau ada pipanisasi, kami akan jadi Lhouksamawe," tegasnya.
Jika gas dipipakan ke Jawa, maka Kalimantan Timur akan kekurangan gas. Saat ini wilayah Kalimantan Timur, ujar Awang, masih membutuhkan gas untuk diolah menjadi gas alam cair (LNG) oleh PT Badak NGL guna memenuhi kebutuhan PT Pupuk Kalimantan Timur.
Meski demikian, Awang tidak keberatan jika gas dari Kalimantan Timur dibawa ke Jawa dalam bentuk gas alam cair.
"Tidak masalah kalau mau dikapalkan pakai Aquarius. Jawa Barat butuh kita akan penuhi. Kalau Jawa Timur butuh kita penuhi juga," pungkasnya.
(dnl/dnl)











































