Direktur BBM BPH Migas Djoko Siswanto mengatakan, Pertamina hanya mengeles. Jika solar tersebut tidak disubsidi, tak mungkin diselundupkan secara diam-diam di tengah laut. Karena solar non subsidi bisa didapatkan bebas secara resmi, tak perlu dengan cara sembunyi-sembunyi.
"Kalau mau beli solar non subsidi ngapain pakai ngumpet-ngumpet di laut, mendingan beli di tempat yang resmi. Lebih halal dan barokah serta tidak ada risiko ditangkap," ujar Djoko kepada detikFinance dalam pesan singkatnya, Rabu (30/1/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Solar subsidi dan non subsidi spesifikasinya sama, inilah pengakuan maling yang tertangkap basah, padahal orang boodoh juga tahu ngapain beli solar pakai sembunyi di tengah laut segala," tegas Djoko.
Jadi, kata Djoko, tidak mungkin solar non subsidi diselundupkan. Djoko yakin solar tersebut adalah solar subsidi yang harganya murah.
"Lagian logikanya mana ada maling yang mau beli solar di laut dengan harga non subsidi. Mau dijual lagi dengan harga berapa? Konsumen akhir mendingan beli yang resmi pasti lebih murah dari harga maling. Orang kalau sudah tertangkap basah jawabannya malah nambah menjerat! Ketahuan mengelesnya," tuturnya.
"Saya lebih percaya petugas yang menangkap dan lebih yakin dengan logika yang diberikan oleh Tuhan. Kita harus sama-sama perangi maling BBM demi rakyat yang sangat membutuhkan dan beban negara atas susidi yang semakin besar," cetus Djoko.
Sebelumnya, Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir menyatakan, kapal yang menyelundupkan solar ke kapal Singapura kemarin adalah kapal sewaan. Sementara solar yang dibawa bukan solar subsidi.
(rrd/dnl)











































