Direktur BBM Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Djoko Siswanto mengatakan, cara paling ampuh agar penyelundupan diminimalisir adalah menaikkan harga BBM subsidi, atau sekalian menghapus BBM subsidi.
"Kalau mau BBM subsidi tidak ada lagi yang diselundupkan, cara paling ampuh tidak lain adalah menaikkan harga BBM subsidi atau menghapus sama sekali subsidi BBM," kata Djoko dalam pesan singkatnya kepada detikFinance, Rabu (30/1/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selisihnya terlampau lebar (BBM subsidi Rp 4.500 per liter-non subsidi Rp 9.000 per liter) untung yang besar ini membuat orang tergiur untuk menyelundupkan BBM subsidi baik ke industri atau dijual ke luar negeri," tuturnya.
"Kalau tidak besar untungnya, ngapain orang sampai ngumpet-ngumpet jual BBM subsidi di tengah laut," tandasnya.
(rrd/dnl)











































