2 Kilang BBM Bakal Dibangun di Bontang Karena Lahan di Jawa Mahal

2 Kilang BBM Bakal Dibangun di Bontang Karena Lahan di Jawa Mahal

Maikel Jefriando - detikFinance
Rabu, 30 Jan 2013 17:56 WIB
2 Kilang BBM Bakal Dibangun di Bontang Karena Lahan di Jawa Mahal
Jakarta - Dua unit kilang BBM akan dibangun Pertamina bekerjasama dengan investor dari Arab Saudi dan Kuwait di Bontang, Kalimantan Timur. Awalnya kilang ini akan dibangun di Jawa.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Susilo Siswoutomo membenarkan rencana pembangunan kilang ini, karena sudah disampaikan kepada Presiden SBY dalam rapat kabinet terbatas.

"Kemudian dalam sidang kabinet terbatas di Kantor Pusat Pertamina, Presiden sudah mengarahkan bahwa kilang akan dibangun di tanah yang tersedia di Bontang," kata Susilo usai meresmikan jaringan gas kota di Bontang, Kalimantan Timur, Rabu (30/1/2013)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, kilang tersebut akan dibangun di daerah Banten, Jawa Barat dan Tuban, Jawa Timur dengan kapasitas kilang masing-masing 300 ribu barel per hari. Akan tetapi, dua lokasi ini batal dipilih karena ketiadaan lahan dan harga tanah yang naik sangat tinggi akibat ulah spekulan.

"Jadi satu permasalahan sudah berkurang saat diarahkan ke Bontang," cetusnya.

Ia menuturkan, kota ini 60% berpeluang untuk dibangun kilang. Namun, tetap mesti memastikan beberapa kendala yang saat ini sedang dibahas.

"Namun kepastian jadi atau tidak pembangunan kilang ini, kita masih harus menyelesaikan masalah teknis seperti insentif fiskal dan lainnya," sambungnya.

Proyek ini, lanjut Susilo, masih menunggu kepastian insentif fiskal dari Kementerian Keuangan. Insentif diperlukan karena marjin dari bisnis pengolahan minyak mentah tidak terlalu tinggi. Sementara biaya yang dikeluarkan cukup besar. Sehingga, Pertamina membutuhkan insentif fiskal agar pembangunan kilang tetap ekonomis.

"Kita kan masih lihat dulu hasil dari Kemenkeu," tegas Susilo.

Ia menyatakan, dalam waktu dekat ini Kementerian ESDM akan memanggil Pertamina untuk melihat kesiapan studi kelayakan (feasibility studies/FS), desain rinci (front end engineering design/FEED), dan pasokan minyak mentah.

"Kita akan panggil Pertamina, kita koordinasikan tahapan-tahapan yang akan dilakukan," kata Susilo.

(dnl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads