Pencurian minyak di pipa-pipa distribusi minyak khususnya di Tempino-Plaju, Sumatera Selatan masih terus terjadi. Pemerintah meminta kepolisian dan Badan Intelijen Negara (BIN) mengamankan pipa minyak dan gas dari pencurian.
"Kami di Kementerian ESDM termasuk di BUMN-BUMN bidang ESDM tidak mungkin mengamankan proyek-proyek migas seperti pipa minyak dan gas. Maka kami mohon Kepolisian dan BIN untuk mengamankan proyek ESDM," kata Menteri ESDM Jero Wacik di acara pelantikan Eselon I Kementerian ESDM di kantornya, Jakarta, Kamis (31/1/2013).
Dikatakan Jero, dirinya berharap tidak boleh lagi ada pipa-pipa minyak dan gas yang sembarangan orang mencuri dengan cara dibor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Memang sering terjadi pencurian minyak dan gas yang mengakibatkan ledakan dan merenggut nyawa, baik si pencuri maupun masyarakat yang tinggal di dekat pipa-pipa yang dibor secara ilegal.
"Sedikit saja ada percikan api maka akan berbahaya, terjadi ledakan, dan faktanya sudah terjadi ada kasus pencurian minyak di pipa yang mengakibatkan ledakan dan merenggut nyawa," tukas Jero.
Seperti diketahui pencurian minyak mentah di pipa-pipa distribusi milik Pertamina EP di Tempino-Plaju, Sumatera Selatan, masih terjadi hingga sampai saat ini.
Pertamina EP menyebutkan rugi hingga ratusan miliar akibat pencurian yang sudah berlangsung bertahun-tahun.
Bahkan Pertamina sudah melakukan MoU dengan pihak keamanan untuk menyelesaikan kasus pencurian minyak dengan cara di-tapping atau dibor.
(rrd/dnl)











































