Bos Pertamina: Tidak Ada Maling di Pertamina!

Bos Pertamina: Tidak Ada Maling di Pertamina!

- detikFinance
Kamis, 31 Jan 2013 13:46 WIB
Bos Pertamina: Tidak Ada Maling di Pertamina!
Jakarta - Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan menegaskan di perusahaanya tidak ada maling, atau pegawai yang terlibat dalam penyelundupan BBM atau minyak.

Pernyataan ini terkait peristiwa penyelundupan 600 ton solar subsidi oleh kapal MT Zenena yang merupakan sewaan Pertamna, ke kapal berbendera Singapura di perairan Batam dua hari lalu.

"Saya sudah sampaikan bahwa Kkapal yang itu kapal sewaan Pertamina, jadi saya sudah instruksikan ke Pak Hanung (Direktur Niaga dan Pemasaran PT Pertamina) bahwa perusahaan itu tidak boleh lagi ikut dikerjakan untuk distribusi BBM. Tidak ada maling di Pertamina seperti yang diberitakan oleh detik.com, pernyataan itu salah," tegas Karen ketika ditemui usai menghadiri pelantikan pejabat eselon I Kementerian ESDM, di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (31/1/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikatakan Karen, solar yang diangkut kapal MT Zenena adalah milik Pertamina dan pemilik kapal harus bertanggung jawab.

"Itu solar Pertamina yang akan dijual. Kami sudah sampaikan ke pemilik kapal, mereka harus membuat siaran pers bahwa kru mereka yang melakukan kesalahan tindak korupsi. Pemilik kapal harus bertanggung jawab kepada krunya," tegas Karen.

Sebelumnya detikFinance memberitakan, Direktur BBM Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Djoko Siswanto mengungkapkan ada oknum Pertamina yang terlibat dalam kasus penangkapan Kapal MT Zenena bermuatan solar subsidi 3.600 ton. Sebanyak 600 ton solar subsidi diselundupkan ke kapal berbendara Singapura di perairan Batam.

"MT Zenena milik Pertamina bermuatan solar subsidi 3.600 ton yang sedang menyelundupkan ke Kapal MT Cahaya berbendera Singapura sebanyak 600 ton. Ketika ditangkap solar sudah mengalir ke Kapal MT Cahaya sebanyak 30 ton, saat ini kapal tersebut diamankan Bea cukai dan polisi perairan Batam, oknum Pertamina terlibat," tandas Djoko.
(rrd/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads