Bos PLN: Saya Pecat Langsung, Pegawai yang Minta Suap dari Pelanggan

Bos PLN: Saya Pecat Langsung, Pegawai yang Minta Suap dari Pelanggan

- detikFinance
Jumat, 01 Feb 2013 12:40 WIB
Bos PLN: Saya Pecat Langsung, Pegawai yang Minta Suap dari Pelanggan
Jakarta - PT PLN (Persero) akan memberikan sanksi tegas termasuk pemecatan kepada pegawainya yang melakukan tindakan 'nakal' seperti pungutan liar (pungli) di lapangan. Hal sebagai sikap perseroan merespons adanya aduan pelanggan terkait masalah suap atau pungli tersebut.

"Dipecat langsung, kita keras kalau ada yang meminta-minta suap dari pelanggan," kata Direktur Utama PLN Nur Pamudji usai acara CEO Breakfast Meeting, di Hotel Mulia, Jakarta, Jumat (1/2/13).

Ia mengaku, manajemen PLN sudah pernah melakukan pemecatan terhadap pegawainya terkait suap-menyuap. "Sudah ada contoh di DKI. Melakukan hal untuk memperkaya dirinya sendiri, ketahuan, ketangkap, ya dipecat dan kerugiannya ditarik dan diminta dibalikkan," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nur melanjutkan, hingga saat ini baru terdapat satu kasus pemecatan terkait hal itu. "Ini satu kasus. Tahun lalu (2012). Terus kalau yang tidak melayani dengan baik itu dicopot dari jabatannya, dididik dulu, perilakunya diubah untuk bisa lebih melayani, tapi dievaluasi kalau sudah bisa melayani dengan baik, baru dikasih lagi (jabatannya)," ujarnya.

Ia melanjutkan, untuk mengantisipasi berulangnya kejadian tersebut, maka pihak PLN menerapkan sistem pusat layanan 123. "Kita punya campaign PLN bersih, itu adalah niat kita untuk membangun PLN bersih dari suap," katanya.

Nur mencontohkan untuk pelanggan yang akan menambah daya maka saat ini tak harus datang ke kantor PLN namun hanya menelepon ke 123 atau membuka website PLN. Ketentuan ini sudah diberlakukan sejak Desember 2012 untuk seluruh wilayah Indonesia. sementara untuk Jawa dan Bali sudah diterapkan sejak 2011 lalu.

"PLN akan melayani lebih baik. Misalkan lampu mati 15 kali tahun ini, lebih baik hanya 10 kali tahun depannya, lebih baik lagi begitu seterusnya. 3 tahun lalu matinya 10 jam setahun, tahun berikutnya hanya 8 jam setahun," katanya.


(hen/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads