"Saya kalau berangkat kerja sering kesal banyak lihat lampu di teras rumah masih banyak yang menyala padahal sudah jam 7 pagi, sudah terang," kata Nur ketika ditemui di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Jumat (1/2/2013).
Nur kesal karena lampu-lampu tersebut menyala karena dibiayai oleh negara. "Listriknya itu masih sebagian ditanggung oleh negara, masih sebagian digratiskan negara, tapi dibuang-buang begitu saja," ucap Nur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena gratis, jadi seenaknya saja, coba kalau itu mereka bayar penuh listriknya, baru merasakan," tandas Nur.
Seperti diketahui, tahun ini pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp 78,63 triliun untuk subsidi listrik.
(rrd/dnl)











































