Pakistan Punya 2 Juta Kendaraan BBG, Indonesia Hanya 3.500

Pakistan Punya 2 Juta Kendaraan BBG, Indonesia Hanya 3.500

Zulfi Suhendra - detikFinance
Jumat, 01 Feb 2013 16:44 WIB
Jakarta - Program konversi Bahan Bakar Minyak ke Bahan Bakar Gas (BBG) belum berkembang. Saat ini, baru sekitar 3.500 kendaraan yang menggunakan BBG di Indonesia. Masih tertinggal jauh dibandingkan negara-negara lain yang notabene dibawah Indonesia, salah satunya Pakistan.

Ketua Asosiasi Perusahaan CNG Indonesia, Danny Praditya mengatakan, sebanyak 2 juta kendaraan di Pakistan sudah menggunakan bahan bakar gas. Cukup ironis mengingat negara Pakistan dikenal sebagai negara yang kerap diselimuti peperangan.

"Kalau orang lain bisa kenapa kita nggak bisa. Negara yang perang melulu Pakistan bisa kenapa kita nggak bisa, negara yang nggak lebih enak dari kita India, Bangladesh, Pakistan, bisa kenapa disini nggak bisa," ungkap Danny saat ditemui di acara Mother Station APCNGI siap dukung konversi 1 juta kendaraan BBG di Ballroom Hotel Dharmawangsa, Jumat (1/2/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ironis, Danny mengatakan Pakistan yang diketahui memiliki populasi lebih sedikit dari Indonesia bisa mengaplikasikan Bahan Bakar Gas di sebagian kendaraannya.

Dia menambahkan contoh lain, misalnya Thailand. Menurut Danny, Thailand selama 5 tahun sukses melakukan program konversi ini terhadap 350.000 kendaraan. Sedangkan Indonesia sudah lebih dari 5 tahun baru mengkonversi 3.500 kendaraan.

"Kalau kita komitmen dan konsisten mungkin dalam 5 tahun kita bisa ngejar Thailand," lanjutnya.

"Malaysia sudah 50 ribu kendaraan," imbuhnya.

Danny mendorong pemerintah untuk segera merealisasikan program konversi BBM ke BBG ini. Dia mengharapkan, dalam 3 tahun, pemerintah dapat menyebar 300 ribu converter kit, secara bertahap dan konsisten.

"300 ribu dalam 3 tahun, tapi bertahap. Platformnya harus solid dulu. Biar orang nggak begitu tergelitik untuk masuk, eh ternyata mundur lagi," pungkasnya.

(zlf/dru)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads