Musim Dingin Ekstrem di Eropa Bikin Harga Minyak Naik Jadi US$ 111,07/Barel

Musim Dingin Ekstrem di Eropa Bikin Harga Minyak Naik Jadi US$ 111,07/Barel

Rista Rama Dhany - detikFinance
Senin, 04 Feb 2013 10:21 WIB
Musim Dingin Ekstrem di Eropa Bikin Harga Minyak Naik Jadi US$ 111,07/Barel
Jakarta - Kondisi musim dingin yang ekstrem di Eropa dan meningkatnya konsumsi minyak di Amerika Serikat membuat harga minyak Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) terdorong ke harga US$ 111,07 per barel atau naik US$ 4,17 per barel dibanding Desember 2012.

"Berdasarkan perhitungan, formula ICP selama Januari 2013 mencapai US$ 111,07 per barel, naik US$ 4,17 per barel dari Desember 2012 yang mencapai US$ 106,90 per barel," kata Tim Harga Minyak seperti dikutip dalam situs Kementerian ESDM, Senin (4/2/2013).

Sementara harga Minas/SLC mencapai US$ 115,95 per barel, naik US$ 6,94 per barel dari Desember 2012 sebesar US$ 109,01 per barel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kenaikan harga minyak mentah tersebut sejalan dengan perkembangan harga minyak mentah utama di pasar internasional yang diakibatkan oleh beberapa faktor yaitu meningkatnya konsumsi heating oil di AS dan Eropa akibat musim dingin yang ekstrem," ungkap Tim Harga Minyak.

"Kenaikan harga minyak juga disebabkan proyeksi permintaan minyak mentah global tahun 2013 berdasarkan publikasi IEA (International Energy Agency), CGES (Centre for Global Energy Studies) dan EIA (Energy Information Administration) menunjukkan peningkatan sebesar 0,11-0,30 juta barel per hari dibandingkan proyeksi pada bulan sebelumnya," ungkap Tim Harga Minyak lagi.

Berdasarkan publikasi IEA, CGES dan Reuters, produksi minyak dari negara OPEC pada Desember 2012 mengalami penurunan 0,26-0,55 juta barel per hari, dibandingkan produksi November 2012. Ini terutama disebabkan penurunan produksi dari Arab Saudi merupakan titik terendah dalam 19 bulan terakhir.

Penyebab lainnya adalah meningkatnya kapasitas seaway pipeline menjadi 400.000 barel per hari sehingga diharapkan dapat mengurangi stok minyak mentah di Cushing Oklahoma, AS dan adanya gejolak politik di wilayah timur Tengah dan Afrika Utara.

Untuk kawasan Asia Pasifik, kenaikan harga minyak juga disebabkan meningkatnya permintaan jenis direct burning dari Jepang akibat musim dingin dan tingginya permintaan diesel di India.

Selengkapnya perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional pada Januari 2013:

  • WTI (Nymex) naik sebesar US$ 6,45 per barel dari US$ 88,25 per barel menjadi US$ 94,70 per barel.
  • Brent (ICE) naik sebesar US$ 2,97 per barel dari US$ 109,20 per barel dari US$ 109,20 per barel menjadi US$ 112,17 per barel.
  • Tapis (Platts) naik sebesar US$ 3,18 per barel dari US$ 114,80 per barel menjadi US$ 117,98 per barel.
  • Basket OPEC naik sebesar US$ 2,59 per barel dari US$ 106,55 per barel menjadi US$ 109,14 per barel.
(rrd/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads