"Kita beberapa kali mencetak rekor produksi harian di atas 40.000 barel per hari. Kami sangat bangga dengan prestasi ini karena PHE ONWJ mampu menjawab tantangan bahwa kami bisa menghasilkan produksi tinggi melalui kegiatan operasional yang aman untuk manusia dan lingkungan," tutur kata Vice President Eksekutif/GM PHE ONWJ Jonly Sinulingga dalam keterangan tertulisnya, Kamis (7/2/2013).
Di 2012, PHE ONWJ juga berhasil menyelesaikan proyek tanpa kehilangan jam kerja (no lost time injury) yakni pengembangan Lapangan baru APNE dan F yang meliputi pembangunan tiga anjungan lepas pantai. Proyek ini dapat menambah produksi gas sebanyak sekitar 110 MMSCFD yang tentu saja dapat mengimbangi penurunan produksi gas yang diakibatkan oleh natural decline. Selain itu, proyek turn around dan seismik sebagai bagian dari upaya mencari cadangan minyak baru merupakan kegiatan yang dilakukan dalam rangka pencapaian target produksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tahun ini ONWJ melakukan investasi US$ 1 miliar yang akan digunakan melakukan pengeboran 20 sumur pengembangan dan 5 sumur eksplorasi.
"Kita akan melakukan pengeboran sebanyak 25 sumur, di antaranya 5 sumur eksplorasi. Kita juga akan melaksanakan pembangunan platform di Lapangan GG, Utara Indramayu dan Lapangan UL. Lalu kami juga akan melakukan pengangkatan 4 platform, 1 flare tripod, bridge/jembatan secara simultan bersamaan dan baru satu-satunya di dunia dan isolasi sumur yang mulai mengalami penurunan (subsidence) di area Lima," ungkap Jonly.
"Selama kegiatan pengangkatan platform tersebut memang akan ada produksi yang tertahan sementara, sekitar 100 mmscfd (juta kaki kubik) dan 5.000-6.000 barel minyak per hari. Namun produksi akan kembali normal setelah proyek ini selesai," tandasnya.
(rrd/dnl)











































