Hemat BBM, Industri Besi & Baja Diminta Pakai BBN

Hemat BBM, Industri Besi & Baja Diminta Pakai BBN

- detikFinance
Senin, 11 Feb 2013 12:09 WIB
Hemat BBM, Industri Besi & Baja Diminta Pakai BBN
Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) akan meminta industri besi dan baja menggunakan Bahan Bakar Nabati (BBN)/biofeul. Targetnya di 2013 ini 40 perusahaan besar di sektor ini akan mencampurkan BBN ke BBM.

"Tahun ini kita akan coba di industri besi dan baja. Paling tidak 40 perusahaan besar. Ini semua industri (besi dan baja) dan sekarang kita mulai lakukan sosialisasi," ungkap Ditjen EBTKE Rida Mulyana dalam 'Sosialisasi Pemanfaatan BBN sektor Industri Besi dan Baja' di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta, Senin (11/2/2013)

Ia menyebutkan, ada penghematan sebesar 100 ribu kiloliter BBM jika kebijakan ini berjalan tepat. Kandungan BBN akan bervariasi mulai dari B2 hingga B10. Meski semakin besar kandungannya semakin bagus, namun industri diwajibkan hanya pada batas tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita bervariasi B2-B10 karena sangat berbeda. Tapi tidak dipaksakan semua besar, walapun semakin besar semakin bagus," terangnya.

Kebijakan ini sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 32 Tahun 2008 Tentang Penyediaan, Pemanfaatan dan Tata Niaga BBN sebagai bahan bakar lain.

BBN bersumber dari tumbuh-tumbuhan yang banyak terdapat di Indonesia seperti singkong, kelapa sawit, dan tebu. Rida meyakini bahan baku untuk energi bisa dipenuhi pasokannya dari dalam negeri.

"Kita tidak perlu impor bahan bakunya. Semua ada di dalam negeri," tegasnya.

(dnl/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads