Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan berdalih, kerugian ini diakibatkan oleh selisih harga minyak yang terlalu tinggi antara harga pembelian dan harga pendistribusian.
"Dan ada waktu juga kan antara kita membeli (BBM) pada saat harganya tinggi, dan didistribusikan pada bulan ke sekian yang harganya sudah turun. Jadi yang dibayar pada saat di sini (didistribusikan)," kata Karen singkat usai rapat dengar pendapat dengan dengan Komisi VII DPR Jakarta di Gedung DPR, Senin (11/2/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Karen menjelaskan penyebab meruginya Pertamina karena BBM subsidi disebabkan oleh tipisnya selisih antara biaya produk dan minyak mentah serta banyaknya kilang minyak di Indonesia yang sudah tua.
"Yah kan kalau di BBM subsidi, biaya produk dengan crude (minyak mentah) kalau tipis, track-nya itu pasti kita akan rugi. Kilang kita sudah tua semua," cetusnya.
(wij/dnl)











































