Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan takin bahwa pemasangan sistem IT di SPBU-SPBU Pertamina bakal meminimalisir kerawanan penyelundupan atau penyelewengan BBM subsidi.
"Itu kemarin masih uji coba. Sebetulnya operator tidak untuk mencet-mencet berapa nomor mobilnya. Data itu kita ambil dari polisi," ungkap Karen usai rapat dengar pendapat dengan komisi VII DPR di Gedung Komisi VII DPR, Jakarta, Senin (11/2/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tentu bisa kalau datanya sudah ada. Ke depan, kita akan ambil data lewat polisi. Itu harus," imbuhnya.
Saat ini, sistem IT SPBU masih dilakukan ujicoba di 8 SPBU Pertamina di provinsi Kalimantan Selatan. Karen juga berpendapat untuk SPBU milik Pertamina yaitu SPBU Coco nantinya akan diterapkan sistem serupa. Tetapi untuk SPBU Pertamina milik swasta menunggu masukkan dan kesediaan dari pengusaha swasta setempat.
"Ini kan ada biaya yang harus disetujui oleh DPR. Kita bisa bikin sendiri SPBU. Tidak semua SPBU dapat IT ini, nanti kita akan lihat di mana masukkan untuk pengusaha itu sendiri," tandasnya.
(wij/dnl)











































