Ketika Harga 1 Liter BBM di Papua Setara 7 Butir Pinang

Ketika Harga 1 Liter BBM di Papua Setara 7 Butir Pinang

- detikFinance
Selasa, 12 Feb 2013 07:15 WIB
Ketika Harga 1 Liter BBM di Papua Setara 7 Butir Pinang
Supiori - Bagi masyarakat Papua mengunyah buah pinang sehari-hari sudah menjadi tradisi turun temurun. Tak terkecuali bagi masyarakat pesisir Pulau Supiori, Papua yang lokasinya cukup terpencil berbatasan dengan Samudera Pasifik.

Saking tingginya permintaan pinang, harga buah pinang di Papua, khususnya di Kabupaten Supiori, lumayan tinggi. Bahkan harga eceren untuk 7 butir pinang setara dengan 1 liter Bahan Bakar Minyak (BBM).

Amus seorang warga Supiori mengatakan mengunyah pinang sudah menjadi adat orang-orang Papua. Pinang dipercaya dapat memperkuat gigi, menghilangkan bau mulut, hingga anti malaria.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mengunyah pinang sudah mendarah daging. Harga pinang Rp 10.000 (7 butir), bisa sehari habis, bahkan hitungan jam. Harganya memang sama dengan harga BBM eceran," katanya kepada detikFinance pekan lalu di sela-sela acara Kas Keliling Bank Indonesia dengan TNI AL di Pulau Supiori, Papua.

Menurut Amus, biasanya para pedagang di kampungnya menjajakan buah pinang bersamaan dengan penjualan BBM eceran yang dikemas dalam 1 botol bekas air mineral yang diisi tak penuh. Dua komoditi ini memang sudah menjadi kebutuhan penting selain kebutuhan pokok lainnya seperti pangan, seperti diketahui BBM eceran di Supiori digunakan selain untuk bahan bakar kendaraan juga untuk menggerakan genset.

"Kalau dari pasokan, lebih gampang cari pinang, kalau BBM dari pemerintah pusat," kata Amus.

Ia menuturkan transaksi barang yang bernilai pecahan Rp 10.000 sudah hal yang lazim di wilayahnya. Amus mencontohkan untuk jasa ojek jarak dekat dan jauh masih di sekitar Kabupaten dipatok Rp 10.000, kecuali sudah ke luar Kabupaten Supiori.

"Ojek sekarang jarak dekat jauh Rp 10.000, tapi kalau sampai Kota Biak Supiori tarifnya Rp 500.000-600.000," kata Amus.

Sementara itu pedagang pinang dan BBM eceran, Atih mengatakan pada awal tahun ini pasokan pinang ke wilayahnya sedikit berkurang. Sehingga harga satu paket genggam pinang Rp 10.000 jumlah isinya berkurang dari biasanya ketika pasokan pinang sedang banyak.

"Sekarang lagi nggak banyak pinang, Rp 10.000 biasanya 11 biji kalau lagi dikit satu genggam hanya 7 biji pinang," kata Atih yang merupakan perantau asal Bugis.

(hen/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads