"Cangkang sawit itu kalorinya tinggi, bentuknya kecil-kecil dan kering, tentunya sangat bagus untuk produksi listrik untuk Pembangkit Listrik Energi Baru Terbarukan," kata Direktur Konstruksi PT PLN (persero) Nasri Sebayang, di Kantor PLN Pusat, Kebayoran Baru, Jakarta, Selasa (12/2/2013).
Nasri menyatakan di daerah Riau, Belitung, Jambi sangat banyak tanaman sawit, tetapi para petaninya menjual cangkang sawit tersebut ke Malaysia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tentu hal ini membuat PLN dan swasta lainnya yang ingin menggarap pembangkit dengan bahan bakar cangkang sawit menjadi ragu. Hal ini terkait stok cangkang sawit yang terbatas.
"Ini riskan karena stoknya tidak terjamin makanya membuat ragu investor untuk membangun pembangkit listrik dengan bahan bakar cangkang sawit," jelasnya.
Namun, lanjut Nasri, ada daerah yang memiliki stok cangkang sawit yang juga banyak seperti Kalimantan Barat daerah Sangau Sintang, daerah dekat perbatasan Malaysia.
"Di Sangau Sintang, Kalimantan Barat, banyak sawitnya, semuanya sawit di sana, tidak ada batubara di sana, memang dekat daerah perbatasan dengan Malaysia namun untuk membawa ke perbatasan biayanya juga cukup mahal sehingga harganya bisa lebih mahal dari pada sawitnya," kata Nasri.
Makanya, Nasri menyatakan sudah banyak pengusaha yang berbicara dengan PLN untuk minta agar PLN bangun pembangkit dengan bahan bakar cangkang sawit.
"Itu kami dukung, yang penting mereka mau menjamin adanya pasokan cangkang sawitnya," pungkas Nasri.
(rrd/nia)











































