"Sekarang kita punya 'Johan Budi'-nya KPK, jadi kalian apa-apa tanya saja sama dia, namanya Pak Dedi Wijaya, juru bicara BPH Migas," kata Andy Noorsaman Someng ketika ditemui usai rapat kerja dengan Komisi VII DPR yang dilakukan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (12/2/2013).
Penunjukkan juru bicara BPH Migas ini dilakukan, karena BPH Migas tidak ingin ada lagi pejabatnya yang disomasi akibat pernyataannya di media massa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat hendak pulang dari gedung DPR, Andy pun sempat mewanti-wanti Djoko Siswanto yang saat itu sedang diwawancarai wartawan.
"Awas Djok, jangan sampai salah bicara. Jangan sampai disomasi lagi, jangan sampai diplintir lagi, orang Pak Djoko nggak bilang minta maaf ditulis minta maaf," ucap Andy.
Tidak sekali saja, Bos BPH Migas tersebut memperingatkan anak buahnya agar hati-hati berbicara ke media. Pada saat masuk ke dalam mobil pun Andy kembali memperingatkan Djoko kembali. "Awas Djok, jangan sampai ke salah bicara," tandas Andy sambil berlalu.
(rrd/dnl)











































