"Tahun 2012, sebelumnya dipakai 250 juta liter. Tahun 2013, kita targetkan 200 juta liter BBM. Berarti mengurangi seperlima penggunaan BBM," jelas GM PLN Wilayah Papua & Papua Barat, Robert Sitorus di kantornya, Jalan Ahmad Yani, Jayapura, Papua, Selasa (12/2/2013).
Hitung-hitungan penggunaan BBM itu karena PLN secara bertahap akan mengurangi peran Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang memakai solar. Harga BBM yang mahal juga ekses transportasi yang digunakan untuk mengangkut BBM. Di kawasan yang berbukit-bukit seperti Papua, transportasi hanya bisa dijangkau melalui udara, alias memakai pesawat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak heran, data tahun 2012, PLN Wilayah Papua dan Papua Barat menghabiskan 251.206.258 liter BBM terdiri dari 193 juta liter pemakaian di Papua dan 57 juta liter pemakaian di Papua Barat. Nah untuk mengurangi pemakaian BBM itu, maka dioptimalkan pemakaian energi terbarukan.
"Sumber energi di Papua itu banyak sekali, gas ada, air ada. Cuma memang jauh-jauh," imbuh dia.
Robert kemudian mencontohkan pembangkit listrik dengan energi mikrohidro alias air yang baru dioperasikan pada Oktober 2012 lalu, PLTM Walesi 6 & 7. Pengoperasian PLTM yang memberikan kapasitas daya masing-masing 600 KW ini berhasil menghilangkan pemakaian BBM pada siang hari untuk membangkitkan listrik.
"Di Wamena tidak ada lagi PLTD yang kita operasikan siang hari. Kalau malam hari beban listrik naik, bantu juga ke PLTD," jelas dia.
Beroperasinya PLTMH Walesi 6 dan 7, PLN berhasil mengurangi penggunaan BBM menjadi hanya sekitar 120 kilo Liter (kL) setiap bulannya dari sebelumnya yang rata-rata harus menghabiskan sekitar 280 kL BBM Solar yang harganya di Wamena mencapai hingga Rp 16 ribu per liter karena BBM tersebut harus diangkut menggunakan pesawat udara dari kota Jayapura.
Dengan penghematan dari berkurangnya penggunaan BBM sebanyak 160 kL setiap bulan untuk pembangkit diesel yang ada di Wamena, maka PLN dapat melakukan penghematan biaya BBM sebesar Rp 2,5 miliar setiap bulan atau mencapai Rp 30 miliar per tahun.
Tahun ini, PLN akan menginvestasikan miliaran rupiah untuk pembangunan pembangkit listrik dengan energi terbarukan.
"Tahun 2013 ini investasi diberikan ke kita Rp 224 miliar, murni untuk kegiatan pembangunan pembangkit, jaringan distribusi, pelayanan penyambungan pelanggan. Itu dari Anggaran PLN. Dari APBN kan ada melalui kelistrikan desa, Rp 380 miliar untuk Papua dan Papua Barat sekitar Rp 604 miliar," papar Robert.
Selain mengembangkan jaringan PLN sendiri, skema lain adalah dengan bekerja sama dengan Independent Power Producer (Penyedia Listrik Swasta) yang akan menjual listrik pada PLN. Kemudian juga bekerja sama dengan Pemda di Papua yang bersedia menyediakan listrik sendiri.
(/)










































