Deputi Manajer Korporat PLN Wilayah Papua dan Papua Barat Mangatas Hutabalian mencontohkan bagaimana sulitnya akses di pedalaman Papua.
"Ada yang kalau naik pesawat dari bandara, jalan lagi. Bisa makan 2 hari 2 malam," kata Mangatas di kantornya Jalan Ahmad Yani, Jayapura, Papua, Selasa (12/2/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk itu PLN memberi solusi lampu Sehen. PLN memasang gratis 1 set lampu Sehen, yang senilai Rp. 1,5 juta. "Warga hanya membayar Rp 35 ribu per bulan," kata dia.
Biaya itu dibayarkan sebagai pelanggan PLN dan deposit. Kompensasinya, bila lampu rusak, maka PLN akan menggantinya, tanpa warga harus membayar lagi.
Satu set Sehen, terdiri dari 3 lampu berbentuk kubah LED, 1 kabel adaptor, adaptor, dan satu papan panel surya.
Panel surya akan dipasang sepanjang siang. Kemudian dipakai di malam hari, bisa bertahan 12 jam.
Sementara GM PLN Wilayah Papua dan Papua Barat Robert Sitorus mengatakan, lampu Sehen ini cukup memadai untuk menerangi satu rumah Honai.
Mengenai pembiayaan, ada pemda yang bersedia membiayai warganya. Ada yang deposit 6 bulan, ada yang 1 atau 2 bulan.
"Ini Rp 35 ribu sebulan, sehari 1.200 Rp. Satu Honai bisa diisi 5 orang. Jadi jatuhnya Rp 250 per orang per hari. Dibanding beli lilin Rp 10 ribu, atau pelita minyak Rp 5 ribu sehari," kata Robert.
Tahun ini PLN menargetkan penambahan pelanggan lampu Sehen sebanyak 18.200 di wilayah Jayapura, Biak, Sorong, Manokwari, dan Merauke.
(nwk/dnl)











































