"Pulau Sumba kita dorong untuk menjadi pulau Ikonik (Sumba Iconic Island), di mana nantinya akan banyak pembangunan sumber-sumber energi seperti pembangkit listrik di pulau ini dengan basis energi baru dan terbarukan," kata Direktur Jenderal Energi Baru dan Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Rida Mulyana, pada Seminar Nasional dan Rapat Pleno Satuan Tugas Sumba Iconic Island, di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (13/2/2013).
Dipilihnya Pulau Sumba sebagai pulau ikonik, kata Rida, karena pulau ini hanya mempunya akses terhadap energi moderen yang rendah atau elektrifikasi listrik masih 24,5% di 2010.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nantinya, akan banyak pembangkit-pembangkit listrik yang dibangun di Pulau Sumba dengan basis energi terbarukan. "Bisa dengan energi air, angin, bioenergi dan lainnya yang terbarukan," ucap Rida.
Diungkapkan Rida, inisiatif Pulau Sumba sebagai Pulau Ikonik sudah dimulai sejak 2009 lalu atas inisiasi Hivos, Bappenas, dan Kementerian ESDM.
"Inisiatif menjadikan pulau Sumba sebagai pulau dengan mengandalkan energi baru terbarukan sangat sejalan dengan kebijakan energi nasional untuk memenuhi kebutuuhan energi nasional melalui penyediaan energi terbarukan sebesar 17% pada tahun 2025," tandas Rida.
(rrd/dnl)











































