PT PLN (Persero) berencana memasok listrik ke industri skala besar di dalam negeri. Tiga perusahaan sudah siap diberi pasokan listrik.
Hal ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara PLN dengan perusahaan-perusahaan itu yang tersebar di Sulawesi, Sumatera Utara, dan Bangka Belitung serta pemerintah Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan.
Direktur Utama PLN Nur Pamudji melakukan penandatangan tiga kerjasama dengan:
1. PT Kawasan Industri Medan (Persero) (KIM), diwakili oleh Direktur Utama Gandhi D. Tambunan terkait persiapan pasokan listrik 200 Mega Watt (MW) ke kawasan industri Medan di Medan, Sumatera Utara.
2. PT Timah (Persero) Tbk (TINS), diwakili oleh Direktur Utama Sukrisno terkait persiapan pasokan listrik 25 MW untuk kegiatan operasional PT Timah di kabupaten Bangka, Bangka Belitung.
3. PT Earthstone Metals And Mining dan pemerintah Kabupaten Bantaeng, diwakili oleh Direktur Hemankur Upadhaya dan Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah, terkait persiapan pasokan listrik 70 MW ke lokasi pabriknya di Kabupaten Bantaeng.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Gandhi, selama ini KIM kewalahan melayani permintaan investor hanya dengan kemampuan pasokan listrik 90 MW dari PLN karena investor meminta kepastian sumber pasokan listrik usaha mereka.
“Kami butuh 200 MW lebih pasokan listrik dari PLN untuk melayani para investor yang masuk,” ungkap Gandhi dalam keterangan tertulis, Jumat (15/2/2013).
Sedangkan kerja sama jual beli tenaga listrik antara PLN dengan Timah terkait dengan rencana Timah yang akan melakukan pengembangan usaha di Bangka dan sekitarnya yang membutuhkan pasokan listrik sekitar 25 MW.
Seiring dengan rencana Timah, PLN juga sedang dalam proses penguatan system ketenagalistrikan Bangka Belitung dengan cara menghubungkan dengan system kelistrikan Sumatera Selatan melalui kabel laut 150 kV.
Sukrisno menjelaskan, kebutuhan listrik untuk operasional Timah didapat dari genset kapasitas 25 MW. "Kami harus melakukan penghematan BBM. Namun untuk pengembangan industri kami yang
baru listriknya belum ada. Kalau bangun PLTU sendiri belum tahu jadinya kapan. Kalau listriknya dapatdari PLN, di tahun 2014 ini sudah bisa kita nikmati," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Nur menyatakan PLN sudah membangun PLTU 2x30 MW di Bangka. "Pasokan batubara dari Sumatera Selatan sejauh ini tidak bermasalah. Untuk unit 1 sudah menghasilkan listrik dengan status masih percobaan. Bila lancar bulan Maret ini sudah selesai masa percobaan". Sedangkan unit 2 selesai tahun 2014.
Berikutnya juga siap dibangun PLTU 2x30 MW milik swasta. "Jadi akan ada tambahan kapasitas 4x30 WM untuk Bangka," kata Nur.
Di sisi lain, akan dibangun transmisi dari Tanjung Api-api. Kemudian transmisi untuk listrik dari Sumatera Selatan juga akan dibangun menyebrang ke Bangka.
Di pihak lain, kerja sama PLN dengan Earthstone Metals And Mining berkaitan dengan rencana pembangunan pabrik bijih mineral mangan di Kabupaten Bantaeng.
Untuk operasional industri pengolahan ini, dibutuhkan daya listrik 70 MW. Kebutuhan daya ini relatif sangat besar untuk ukuran Sistem Ketenagalistrikan Sulawesi Selatan, dan karenanya perlu kesiapan teknis sejak awal.
Dalam hal ini PLN dan PT EarthStone lewat MoU yang ditandangani, mengikat kesepatakan tentang kajian pasokan listrik untuk pabrik tersebut.
(ang/dnl)











































