"Subsidi energi itu Rp 300 triliun, habis uang kita, mending yang mendapatkan orang yang tidak mampu, ini orang kaya, tapi begitu mau dinaikkan, ada demo, jadi memang ini negeri kita. Naik BBM tidak mau, hemat tidak mau, jadi piye?" katanya dalam diskusi panel Jurus Alternatif Penghematan Konsumsi BBM di Hotel Mulia, Jakarta, Minggu (17/2/2013).
Jero mengaku harus pintar membagi waktu antara tugas sebagai menteri dan urusan partainya Partai Demokrat. Hal ini dikatakannya karena ia merupakan salah satu menteri yang berasal dari partai politik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan tersebut, ia menyempatkan sedikit curhat mengenai partainya. Jero menyatakan bahwa banyak orang yang selalu mengadu domba agar partainya terpecah.
"Tidak ada Kongres Luar Biasa, orang yang mengharapkan KLB, biar hancur partai saya, orang di luar senangnya mengadu. Nanti siang Rapimnas, biar dilihat akur partai saya," jelasnya.
(nia/hen)










































