Salah satunya dengan penggunaan stiker khusus, namun berbeda dengan ide penggunaan stiker sebelumnya. Kali ini stiker ditempel bagi para pengguna BBM subsidi yang berhak, sebelumnya ditempel pada yang tak berhak.
"Jadi kalau mau pakai subsidi pakai stiker yang gede banget. Yang tidak pakai subsidi tidak pakai dan bisa masuk jalur yang bagus (tidak antre)," ujar Eri dalam diskusi panel Jurus Alternatif Penghematan Konsumsi BBM di Hotel Mulia, Jakarta, Minggu (17/2/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayangnya, lanjut Eri, di balik dampak positif dari usaha pembatasan BBM bersubsidi ini, ada sisi negatifnya. Salah satunya, angka pertumbuhan kendaraan roda dua akan semakin pesat.
"Ya karena sepeda motor diperbolehkan menggunakan BBM subsidi, pertumbuhannya bukan lagi 7 juta setahun tapi bisa 20 juta setahun," paparnya.
Di sisi lain, Komisaris PT Pertamina Sugiharto mengingatkan pembatasan BBM bersubsidi ini bukan hanya masalah anggaran melainkan masalah ketersediaan pasokan minyak dunia.
"Rata-rata per tahun penggunaan BBM subsidi kita 44 juta kiloliter. Nah, ini kan ada kelangkaan di dunia," jelasnya.
Untuk itu, lanjut Sugiharto, perlu juga ada kebijakan energi terkait peningkatan produksi. Salah satunya dengan pembangunan kilang minyak. "Kalau sampai 60 juta kilo liter, dan tidak bangun kilang baru maka akan. ada masalah serius," pungkasnya.
(nia/hen)











































