"Dulu selama 50 tahun, pengelolaan Blok Mahakam dikelola 50% Total 50% Inpex dan kita nol (0%)," kata Jero Wacik dalam Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR, Senin (18/2/2013).
Dikatakan Jero, namun dengan berakhirnya kontrak pengelolaan Blok Mahakam tidak mungkin pemerintah Indonesia akan mendapat porsi 0%. "Tapi akan sangat tidak baik, setelah 2017 pengelolaan Blok Mahakam Indonesia nol, nggak lah, tidak boleh nol, kayaknya kita tidak punya kemampuan apa-apa," ucap Jero.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Misal ambil 30% saham di Blok Mahakam setelah 2017 nanti, kita harus setor uang, ini saya sedang hitung berapa yang pas untuk kita, yang tidak perlu setor uang tapi dapatnya banyak. Dari pada kita nambah sedikit tapi pusingnya banyak," katanya.
Pasalnya kata Jero, saat ini pun, walau tidak memiliki porsi saham dalam mengelola Blok Mahakam, Pemerintah tetap jauh lebih banyak mendapatkan hasil migas di Blok Mahakam.
"Kita walau nol di Blok mahakam, tapi hasil di Blok Mahakam kita jauh lebih banyak, kalau minyak kita dapat 85% mereka (Total dan Inpex) dapat 15%, kalau gas kita dapat 70% mereka 30%," tandas Jero.
(rrd/hen)











































