Total E&P Indonesie memperpanjang kontrak jasa rig milik PT Apexindo Pratama Duta. Nilai kontrak mencapai US$ 590 juta atau sekitar Rp 5,4 triliun dengan tingkat komitmen kandungan lokal mencapai 76% atau sama dengan US$ 450 juta atau setara dengan Rp 4,2 triliun.
Penandatangan kerjasama dihadiri oleh Presiden Direktur & GM Total E&P Indonesie Elisabeth Proust dan Vice President PT Apexindo Pratama Duta Tbk Zainal Abidin Siregar dan disaksikan oleh Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini beserta jajaran di Gedung World Trade Centre II, Sudirman.
Presiden Direktur & GM Total E&P Indonesie Elisabeth Proust menuturkan kerjasama ini bertujuan untuk mempertahankan tingkat produksi minyak dan gas di Blok Mahakam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komitmen kandungan lokal yang sebesar 76%, menurutnya adalah bukti komitmen perusahaan. Ia mengklaim nilainya melebihi target dari yang dipatok oleh SKK Migas.
"Kita menekankan pentingnya kandungan lokal dalam berbagai pekerjaan yang dilakukan yang mana melampaui target kandungan lokal yang telah ditetapkan oleh SKK Migas," jelasnya.
Lima rig yang diperpanjang kontrak pemakaiannya adalah Swamp Rig Yani, Maera dan Raisis, serta Jack Up Rig Raniworo dan Soehanah.
Saat ini, TEPI mengoperasikan 10 Rig pemboran, 6 diantaranya dikontrak melalui Apexindo. Beberapa lapangan diantaranya adalah Tunu, Tambora, Hambora, Peciko, Sisi-Nubi dan South Mahakam.
"Tahun lalu kerjasama itu membuahkan hasil SHE yang luar biasa, lebih dari 70 sumur dari 103 sumur yang di bor oleh TEPI, sepertiga dari seluruh pengerjaan group Total di dunia," sambung Proust.
Satuan Kerja Khusus Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencanangkan tahun 2013 sebagai tahun pemboran. Ada 104 program kerja yang akan dilakukan tahun ini terkait pemboran.
Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini menyebutkan kepada perusahaan jasa seperti PT Apexindo Pratama Duta tidak ragu untuk menyewakan Rig atau mesin pengeboran untuk kebutuhan eksplorasi migas.
"Jadi untuk Apexindo jangan ragu untuk menyewakan Rig karena potensi kita besar," kata Rudi dalam sambutannya.
Rudi menjelaskan, ada 258 sumur eksplorasi, 1.178 sumur development dan 1.094 workover serta melakukan survey seismic 2D sepanjang 18.751 km dan seismic 3D seluas 22.298 km2.
"Kami harus mensukseskan program-program pemboran dan survey yang telah direncankan dengan KKS. Maka dari itu tahun 2013 kami canangkan sebagai tahun pemboran," jelasnya.










































