"Kami bergairah bekerja bersama dalam Mahakam, kita juga bisa bekerja bersama Pertamina, Indonesian konsorsium, dan kami pikir selanjutnya bagaimana pemerintah memutuskan," kata Presiden Direktur & GM Total E&P Indonesie Elisabeth Proust di Gedung World Trade Center II, Sudirman, Jakarta, Minggu (18/2/2013).
Saat ini perusahaan asal Prancis tersebut memiliki kontrak hingga Desember 2017. Ia mengaku tidak mengetahui kapan perpanjangan kontrak ini akan diumumkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proust menyatakan tidak menargetkan kepada pemerintah batas waktu keputusan. "Saya pikir yang penting ada keputusan yang diambil," jawabnya.
Sebelumnya, Menteri ESDM Jero Wacik memperkirakan kemampuan perusahaan nasional termasuk PT Pertamina (Persero) untuk mengelola Blok Mahakam di Kalimantan Timur hanya sebesar 40%. Artinya Total E&P Indonesie dan Inpex Corporation sebesar 60% dari 100% saat ini.
"Pengelolaan perusahaan nasional di Blok Mahakam kira-kira yang rasional kalau kita bisa dan kita mampu mungkin 40%, itu Pertamina dengan Pemda atau perusahaan swasta nasional," ucap Jero Wacik.
Jero meminta agar perusahaan swasta nasional yang ingin berpartisipasi mengelola Blok Mahakam juga jangan terlalu ambisius. "Makanya saya minta Pertamina hitung cermat, berapa yang mereka mampu, 30% kah atau berapa," ucapnya.
Jero juga mengisyaratkan akan tetap menggandeng Total dan Inpex untuk mengelola Blok Mahakam kembali pasca berakhirnya kontrak mereka di Blok tersebut pada 2017. "Kalau dengan suami lama hubungannya baik-baik saja, buat apa harus cari suami baru lagi," tandasnya.
(dnl/dnl)











































