Bakal Hanya Dapat 40% di Blok Mahakam, Ini Tanggapan Pertamina

Bakal Hanya Dapat 40% di Blok Mahakam, Ini Tanggapan Pertamina

Rista Rama Dhany - detikFinance
Senin, 18 Feb 2013 20:19 WIB
Bakal Hanya Dapat 40% di Blok Mahakam, Ini Tanggapan Pertamina
Jakarta - Menteri ESDM Jero Wacik memperkirakan PT Pertamina dan pemda serta perusahaan swasta nasional mendapat porsi pengelolaan Blok Mahakam hanya sebesar 40%. Apa tanggapan PT Pertamina (Persero)?

"Kami nggak punya posisi ya, kami berada di bawah pemerintah, kami ikut apa kata pemerintah saja dikasihnya berapa," kata Direktur Hulu PT Pertamina (Persero) M. Husen ketika dihubungi wartawan, Senin (18/2/2/2013).

Husen menyerahkan sepenuhnya juga kepada pemerintah terkait operatorship pengelolaan Blok Mahakam termasuk jika masih diberikan kepada Total E&P Indonesie dan Inpex Coorporation.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya kami tungguu saja keputusan pemerintah ya," kata Husen.

Mantan Direktur Utama PT Pertamina Ari H Soemarno menanggapi polemik keinginan PT Pertamina menguasai Blok Mahakam di Kalimantan Timur pasca berakhirnya kontrak Total dan Inpex pada 2017.

"Soal blok Mahakam pendapat saya, sebenarnya didasari oleh dua hal, yaitu mengamankan pendapatan negara dan menumbuhkan kemampuan Pertamina baik finansial, teknologi maupun managerial. Pertamina tidak mungkin jadi perusahaan migas nasional kelas dunia seperti Petronas dan lainnya, kalau tidak dengan bermitra perusahaan migas multinasional untuk memperoleh transfer pengalaman atau pengetahuan itu. BUMN migas nasional negara lain, termasuk China, strateginya selalu begitu. Nah, blok Mahakam, seperti juga Cepu, adalah kesempatan untuk itu, tanpa bayar mahal dimuka untuk membelinya" ungkap Ari melalui pesan singkatnya kepada wartawan.

Terkait Blok Mahakam kata Ari, harus dibedakan mana kepentingan nasional yang harus diutamakan dan mana yang dimaksud dengan nasionalisme .

"Mendukung Pertamina untuk kuasai Blok Mahakam, jangan hanya melihat dari sisi nasionalisme nya saja, tetapi kita harus bijak melihatnya dari kepentingan masyarakat luas, orang banyak yakni terkait kepentingan nasional yang harus dikedepankan. Jujur saja saya mengatakan bahwa Pertamina masih perlu banyak belajar soal manajerial dan tehnologi. Ini menguasai ini, perlu waktu dan tidak mungkin bisa instant," tegas Ari.

(rrd/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads