Langkah itu dimulai dengan cara akuisisi oleh PT Pertamina (Persero) pada tahun ini.
"Dari kacamata Indonesia itu perlu. Kita harus punya perusahaan EEPC kelas dunia. Sekarang belum ada. Calon EEPC kelas dunia itu Rekin. Ini satu-satunya calon," tutur Dahlan di Kantor Pusat Antara Jakarta, Selasa (19/2/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Meskipun Pertamina sudah tidak membutuhkan tapi Indonesia butuh maka Pertamina ambil. Kalau ikut tender internasional nama Indonesia disebut," tambahnya.
Saat ini, Rekin masih menjadi anak usaha dari PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC). Setelah kepemilikan dilepas, uang hasil penjualan Rekin bisa diperuntukan oleh PHIC untuk mendukung aksi korporasi yang lebih terkait seperti pencetakan lahan sawah dan kedelai baru.
"Sekarang Pupuk Indonesia jual Rekin, difokuskan untuk memperkuat BUMN pangan. Untuk memperkuat ketahanan pangan lebih baik Pupuk Indonesia, punya puluhan ribu sawah baru lebih daripada Rekin," tegasnya.
(hen/dru)











































