Hal tersebut seperti diungkapkan Kepala Divisi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Gas PLN Suryadi Mardjoeki ketika dihubungi, Kamis (21/2/2013).
"Produksi gas dari Lapangan Glagah Kambuna milik Pertamina EP habis sehingga tidak bisa lagi memasok gas termasuk ke pembangkit PLTGU PLN," kata Suryadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tetapi pasokan gas saat ini dijadwalkan turun menjadi hanya 22 bbtud dari 35 bbtud dalam kontrak, dan pasokan gas turun lagi menjadi 13 bbtud pada 2015 dan turun lagi menjadi hanya 10 bbtud pada 2016-2017," ucap Suryadi.
Dengan habisnya pasokan gas dari Lapangan Glagah Kambuna ini, kata Suryadi, PLTGU Medan kehilangan pasokan bahan bakar untuk produksi listrik.
"Artinya mau tidak mau kita harus menggunakan BBM untuk membangkitkan listrik, sementara jika tetap menunggu pasokan gas, PLN hanya memiliki satu opsi yakni hanya menunggu selesainya alih fungsi Kilang LNG Arun pada 2014," jelasnya.
Ditambahkan Suryadi, kondisi ini tidak hanya dialami PLN saja, tetapi juga dialami industri-industri di Medan yang menggunakan gas.
"Pasokan gas Glagah Kambuna ini juga memasok industri, namun dengan tidak mengalirnya gas dari lapangan tersebut otomatis industri juga tidak dapat gas," tandas Suryadi.
(rrd/dnl)











































