Terjadinya pelebaran defisit tahun lalu karena bobolnya anggaran subsidi BBM akibat melebihinya realisasi kuota BBM bersubsidi dari target yang ditetapkan dalam APBNP 2012 sebesar 44 juta kilo liter.
Anny menyatakan pemerintah mempersiapkan langkah-langkah konkrit guna menjaga anggaran jika sewaktu-waktu ketiga komponen tersebut sudah melewati batas aman anggaran. Pertama, pihaknya meminta Kementerian ESDM untuk betul-betul menjaga penyaluran BBM bersubsidi agar kuotanya tidak melebihi target dalam APBN 2013 sebesar 46 juta kilo liter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, lanjutnya, jika langkah tersebut tidak bisa dilaksanakan secara optimal maka pihak Kemenkeu tengah memperhitungkan dari sisi penerimaan negara. Pasalnya, dengan penerimaan yang baik maka kelebihan anggaran tersebut bisa ditutupi sehingga tidak menambah defisit.
"Kalau penerimaan relatif cukup baik, akan ada pertimbangan lain, karena menyangkut defisit," jelasnya.
Opsi ketiga, tambah Anny, yaitu ketika penerimaan negara tidak memperlihatkan tren yang baik dalam memenuhi target APBN 2013, maka Kemenkeu menyediakan anggaran dari penghematan beberapa pos anggaran guna menutupi kelebihan anggaran dari subsidi BBM.
"Kita selalu bisa lihat, kalau dari catatan belanja 6 tahun terakhir kan selalu tidak pernah mencapai 100%, salah satunya ada belanja barang yang bisa dihemat, belanja perjalanan dinas yang bisa kita sisir lagi, masih ada room untuk itu," jelasnya.
Anny menyatakan jika semua langkah tersebut tidak bisa menutupi tambahan anggaran karena meningkatnya beban subsidi BBM maka langkah terakhir yang dapat diambil adalah kenaikan harga BBM bersubsidi.
"Yang terakhir tidak tertutup kemungkinan semua skenario ditetapkan di atas meja termasuk skenario terakhir kalau memang tidak ada pilihan lain opsi kenaikan harga BBM bersubsidi akan dilakukan, tentu akan dibicarakan di pemerintah," pungkasnya.
(nia/hen)










































