Menteri Perhubungan EE Mangindaan menuturkan pemerintah telah memilih 3 kota sebagai dengan transportasi perkotaan yang berkelanjutan.
"Kriterianya kota Besar yaitu Medan, kota sedang yaitu Manado dan kota berkembang yaitu Batam," kata Mangindaan di acara MoU antara Pilot Project Indonesia Sustainable Urban Transport Initiative, di kantor Kementerian Perhubungan, Kamis (7/3/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Konkret dari program ini, akan menjadi contoh untuk transportasi massal yang ramah lingkungan, dalam hal menurunkan efek gas rumah kaca dengan mengkonversi bahan bakar kendaraan dari BBM ke BBG.
"Jadi kita tidak bisa bekerja sendiri disini. Kita harus ada kerjasama dengan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), dan Kementerian Perindustrian untuk soal converter kit-nya. Ini tiga kota ini harus jadi contoh selesai ini ada yang lainnya. Pasti ada yang kita khususkan, kota misalnya transportasi darat di Batam coba dengan gas," imbuhnya.
Kriteria dari terpilihnya 3 kota percontohan ini salah satunya didasari oleh sejauh mana keberpihakan pemerintah kota setempat terhadap kebijakan transportasi massal, juga dari sisi anggaran memadai untuk pengembangan angkutan umum, dan juga belum memiliki dukungan dari internasional.
Mangindaan menambahkan infrastruktur dari program ini harus juga cepat direalisasikan, agar dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan. "Kita menunggu infrastrukturnya dari ESDM, kalau bisa tahun ini sudah jalan, tahun depan sudah operate," sambungnya.
Menurutnya jika program ini terealisasi, akan dapat menekan angka gas emisi itu hingga 24%.
(zlf/hen)











































