Solar Subsidi Langka, Sopir-sopir Truk Antre di Semarang Kewalahan

Solar Subsidi Langka, Sopir-sopir Truk Antre di Semarang Kewalahan

Angling Adhitya Purbaya - detikFinance
Kamis, 21 Mar 2013 13:56 WIB
Solar Subsidi Langka, Sopir-sopir Truk Antre di Semarang Kewalahan
Foto: Angling-detikFinance
Jakarta - Ketersediaan bahan bakar solar subsidi di sejumlah SPBU di kawasan Arteri Yos Sudarso, Semarang habis. Hal itu membuat truk-truk yang kehabisan bahan bakar harus menunggu berjam-jam hingga pasokan solar datang.

Salah satunya di SPBU Bandarharjo, beberapa supir truk terpaksa menunggu sejak dini hari tadi karena belum mendapatkan solar. Seorang sopir truk trailer bernama Ragil Ariyanto (40) mengatakan, bahan bakar kendaraannya sudah sangat sedikit dan memilih untuk menunggu di SPBU hingga ia mendapatkan solar.

"Mau cari di SPBU lainnya di sekitar sini tapi informasi dari teman kondisinya sama saja, habis," kata Ragil di SPBU Bandarharjo, Semarang, Kamis (21/3/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para supir yang belum mendapatan bahan bakar itu pun mengeluhkan habisnya pasokan solar menghambat aktivitas mereka. "Padahal saya harus ke luar kota antar barang," tandas Ragil.

Menanggapi habisnya pasokan solar di kawasan Arteri Yos Sudarso, External Relation Pertamina Pemasaran Jateng & DIY Heppy Wulansari mengatakan, kuota solar subsidi tahun ini untuk wilayah Jateng dan Yogyakarta lebih rendah 4% dari tahun sebelumnya.

"Telah ditetapkan oleh BPH Migas sebesar 1.878.843 kiloliter, sedangkan tahun 2012 sebesar 1.947.822 kiloliter," pungkas Heppy.

Oleh sebab itu, saat ini pihaknya terpaksa memperketat penyaluran solar subsidi ke SPBU. Biasanya solar dikirim sesuai omzet rata-rata harian, namun sekarang Pertamina harus menjatah sesuai kuota.

“Langkah ini tidak mudah bagi Pertamina, namun jika tidak dilakukan maka solar subsidi tidak akan cukup sampai akhir tahun," tegasnya.

Ia menambahkan agar ketersediaan solar terjaga, Pertamina telah menambah ketersediaan solar non subsidi ataupun Pertamina Dex di semua Kabupaten/Kota.

"Dalam waktu dekat, Pertamina juga akan menyediakan solar non subsidi dalam bentuk kemasan jeriken agar masyarakat semakin mudah mendapatkan produk tersebut," tutup Heppy.

(alg/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads