SLA disaksikan langsung oleh Wakil Presiden Budiono di Istana Wapres, jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (22/3/2013)
"PLN dan pemerintah, jadi Dirut PLN dikeroyok oleh menteri-menteri. Jadi ini inisitaif yang awalnya bermula yaitu skema SLA. Ini adalah inovasi yang diharapkan sesuatu kinerja yang lebih baik," ungkapnya Wapres Boediono dalam kata sambutannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tujuan macam-macam, seperti pengendalian subsidi dan lain-lain. Intinya SLA adalah suatu kontrak, tapi bukan MOU saja. Itu sering ada tapi beberapa buah sudah gak kedengaran. Konsep SLA ini pihak-pihak nya ada rasa tanggung jawab," paparnya.
Boediono menambahkan langkah ini juga akan mengatasi persoalan lahan, dan kebutuhan bahan bakar untuk PLN. Begitupun sebaliknya, target yang diinginkan pemerintah sepert terkait pertumbuhan ekonomi dapat tercapai.
Tujuan dari SLA adalahuntuk memperkuat dan mempercepat pelaksanaan koordinasi serta komunikasi antara para menteri, kepala lembaga, dan PLN. Kedua adalah memperjelas pembagian tugas dan harmonisasi langkah dan kegiatan antar pihak tersebut.
Tampak menghadiri acara dan ikut menandatangani SLA adalah Kemenko Perekonomian, Kementerian Keuangan, Kementerian ESDM, Kementerian BUMN, Kementerian Kehutanan, Kemnterian Perhubungan, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Dalam Negeri, Badan Pertanahan Nasional, SKK Migas dan BPH Migas.
(ang/ang)











































