Menteri-menteri 'Keroyok' PLN Percepat Elektrifikasi di Indonesia

Menteri-menteri 'Keroyok' PLN Percepat Elektrifikasi di Indonesia

- detikFinance
Jumat, 22 Mar 2013 15:24 WIB
Menteri-menteri Keroyok PLN Percepat Elektrifikasi di Indonesia
Jakarta - PT PLN (Persero) seperti dikeroyok oleh banyak kementerian di tubuh pemerintah. Kedua pihak ini melakukan kesepakatan bersama (Service Level Agreement/SLA) untuk mendukung elektrifikasi di Indonesia.

SLA disaksikan langsung oleh Wakil Presiden Budiono di Istana Wapres, jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (22/3/2013)

"PLN dan pemerintah, jadi Dirut PLN dikeroyok oleh menteri-menteri. Jadi ini inisitaif yang awalnya bermula yaitu skema SLA. Ini adalah inovasi yang diharapkan sesuatu kinerja yang lebih baik," ungkapnya Wapres Boediono dalam kata sambutannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menuturkan, langkah ini akan membawa teruwujudnya penyediaan publik yang lebih baik. Selain itu, subsidi listrik yang terus melonjak dari waktu ke waktu juga dapat teratasi.

"Tujuan macam-macam, seperti pengendalian subsidi dan lain-lain. Intinya SLA adalah suatu kontrak, tapi bukan MOU saja. Itu sering ada tapi beberapa buah sudah gak kedengaran. Konsep SLA ini pihak-pihak nya ada rasa tanggung jawab," paparnya.

Boediono menambahkan langkah ini juga akan mengatasi persoalan lahan, dan kebutuhan bahan bakar untuk PLN. Begitupun sebaliknya, target yang diinginkan pemerintah sepert terkait pertumbuhan ekonomi dapat tercapai.

Tujuan dari SLA adalahuntuk memperkuat dan mempercepat pelaksanaan koordinasi serta komunikasi antara para menteri, kepala lembaga, dan PLN. Kedua adalah memperjelas pembagian tugas dan harmonisasi langkah dan kegiatan antar pihak tersebut.

Tampak menghadiri acara dan ikut menandatangani SLA adalah Kemenko Perekonomian, Kementerian Keuangan, Kementerian ESDM, Kementerian BUMN, Kementerian Kehutanan, Kemnterian Perhubungan, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Dalam Negeri, Badan Pertanahan Nasional, SKK Migas dan BPH Migas.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads