"Laba Pertamina pada 2018 bisa mencapai Rp 171 triliun dari Rp 25 triliun saat ini jika Blok Mahakam diserahkan ke Pertamina sekarang," ucap Dahlan ketika ditemui di Kantor Pertamina Pusat, Jakarta, Selasa (2/4/2013).
Dahlan juga tidak ingin Blok Mahakam baru diserahkan ke Pertamina terlambat, atau terlalu mepet mendekati 2017.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasalnya, kata Dahlan, jika diputuskan secepatnya maka ada waktu 2 tahun untuk melakukan persiapan dan investasi.
"Kalau dalam dua tahun dibiarkan tanpa ada investasi nanti pas diserahkan sudah dalam keadaan jelek akhirnya Pertamina yang disalahkan, kok produksinya turun," tutur Dahlan.
Hal ini kata Dahlan berkaca pada keputusan Blok West Madura Offshore (WMO) yang diputuskan sangat mepet waktunya.
"Apa yang terjadi, produksinya langsung turun, ya karena keputusannya mepet, dan akhirnya yang disalahkan Pertamina, itu WMO dipegang Pertamina produksinya malah turun drastis, padahalkan itu karena keterlambatan pengambilan keputusan," tandas Dahlan.
(rrd/ang)











































