Direktur Operasi Indonesia Barat PLN, Harry Jaya Pahlawan menjelaskan, setelah terjadi kesepakatan antara PLN Indonesia dan Pemerintah Myanmar, maka dana bantuan tersebut nantinya akan digunakan mendukung supervisi jaringan listrik di Myanmar oleh PLN Indonesia.
Selain itu, PLN akan membantu peningkatan kapasitas sumber daya manusia teknisi listrik di Myanmar dengan mengirim teknisi PLN Myanmar untuk dilatih menangani susut jaringan listrik (losses), termasuk soal teknis dan non teknis di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Langkah ini dilakukan, karena PLN pernah memiliki pengalaman serupa dalam menuntaskan persoalan kelistrikan di dalam negeri. Harapannya, bulan Mei pasca MoU, bantuan supervisi dan pelatihan peningkatan sumber daya manusia teknisi PLN Myanmar bisa dilaksanakan.
"Menurut saya penurunan 1% cukup membantu Myanmar karena sekarang sedang membangun. Losses (Susut jaringan listrik) di Myanmar 26%, itu cukup tinggi. Setelah 6 bulan ke depan. Bulan Oktober harus terlihat hasilnya yakni losses di bawah 20%. 1 tahun ke depan bisa setengahnya yakni 13%," tambahnya.
(hen/hen)











































