PLN Hibahkan Rp 5,7 Miliar untuk Masalah Listrik di Myanmar

Laporan dari Myanmar

PLN Hibahkan Rp 5,7 Miliar untuk Masalah Listrik di Myanmar

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Selasa, 02 Apr 2013 14:07 WIB
PLN Hibahkan Rp 5,7 Miliar untuk Masalah Listrik di Myanmar
Yangon - PT PLN (Persero) akan membantu perusahaan listrik dan Kementerian Energi di Myanmar dalam mengatasi persoalan listrik. Untuk tahap awal,PLN akan menggelontorkan bantuan dana hibah senilai US$ 600.000 atau Rp 5,7 miliar untuk mengatasi persoalan susut listrik di Myanmar.

Direktur Operasi Indonesia Barat PLN, Harry Jaya Pahlawan menjelaskan, setelah terjadi kesepakatan antara PLN Indonesia dan Pemerintah Myanmar, maka dana bantuan tersebut nantinya akan digunakan mendukung supervisi jaringan listrik di Myanmar oleh PLN Indonesia.

Selain itu, PLN akan membantu peningkatan kapasitas sumber daya manusia teknisi listrik di Myanmar dengan mengirim teknisi PLN Myanmar untuk dilatih menangani susut jaringan listrik (losses), termasuk soal teknis dan non teknis di Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi kita rencakan PLN dan institusi di sini, menteri energy electrical power, tanda tangan MoU. Kalau ini bisa ditandatangani saat presiden SBY hadir (akhir April). PLN akan memberikan grant (hibah) US$ 600.000. Itu grant kepada pemeritah di sini. Yang isinya itu, bantuan konsultasi mengenai efisensi tenaga kelistrikan," tutur Harry kepada detikFinance di Nay Pyi Taw, Myanmar, Selasa (2/4/2013).

Langkah ini dilakukan, karena PLN pernah memiliki pengalaman serupa dalam menuntaskan persoalan kelistrikan di dalam negeri. Harapannya, bulan Mei pasca MoU, bantuan supervisi dan pelatihan peningkatan sumber daya manusia teknisi PLN Myanmar bisa dilaksanakan.

"Menurut saya penurunan 1% cukup membantu Myanmar karena sekarang sedang membangun. Losses (Susut jaringan listrik) di Myanmar 26%, itu cukup tinggi. Setelah 6 bulan ke depan. Bulan Oktober harus terlihat hasilnya yakni losses di bawah 20%. 1 tahun ke depan bisa setengahnya yakni 13%," tambahnya.

(hen/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads